Uncategorized

Gigs selanjutnya Nomaden

image

Nongkrong makan dengerin musik, sama isyana sarasvati, wow.. mbaknya ini udah cantik, suaranya enak, gimana klo misalnya dia mau cover lagu nya heavy monster, aku akan apreisiasi dia dng 4 jempol ku. Haha..

image

Semir sepatu mu, kita dansa gila bersama band ska favorit kalian!!!

Band Review

CD Review: Heavy Monster – ‘Jalan Penuh Kenangan

image

image

image

CD Review: Heavy Monster – ‘Jalan Penuh Kenangan’
SukaMaju Records

Kenangan Dalam Berproses Menjadikannya Sebuah Album
Oleh: Ayu Kartika Sandy

Setelah album One Message One Love di tahun 2008, yang merupakan repackage album berjudul Paper Boy, Heavy Monster, band Ska asal Surabaya yang memilih jalur indie untuk berkarya di belantika musik sejak 1998, kembali merilis album.
Tahun 2015 ini rupanya tahun yang tepat bagi Heavy Monster untuk merilis album bertajuk Jalan Penuh Kenangan (JPK), setelah gagal rilis di tahun 2014, terkendala persiapan dan banyaknya jadwal manggung di berbagai kota.
Lagu-lagu dalam album JPK menceritakan realita para personilnya, juga kehidupan sosial masyarakat kota. Dibuka dengan instrumental berjudul “PW” yang bergaya jazzy, dengan dentuman beat yang membuat pendengarnya sukar menahan keinginan untuk menggoyangkan badan, album ini bisa dibilang sukses memantikkan api semangat pada para pendengar saat pertama kali diputar. Sangat klop dengan packaging album ini yang menyerupai korek api. Suatu benda yang bisa membakar sesuatu hingga memunculkan sinar yang bisa berarti energi.
Judul “PW”  yang merupakan nomor pembuka di album ini, menceritakan suatu daerah di Surabaya, yakni Pulo Wonokromo. Di situlah Heavy Monster meramu komposisi lagu, latihan, dan kumpul untuk mendiskusikan ide kreatif para personilnya. Itulah mengapa intrumen “PW” yang menjadi singkatan dari Pulo Wonokromo itu digunakan sebagai pembuka album yang digarap di L-One Studio tersebut.
Ada bingkai kota Surabaya dalam irama Ska di “Hutan Beton”. Lagu itu menceritakan Surabaya yang pertumbuhan ekonominya bagus, tapi tidak didukung penataan kota yang lebih baik. Lirik lagu yang bermakna sederhana namun mengena itu disusun dengan apik. “Hutan beton metropolis/Gemericik bunyi mesin/Sungainya adalah jalanan/Ricuh klakson yang berkicauan.”
Salah satu single andalan di album ini berjudul “Maaf”, berisikan kisah percintaan. Laki-laki yang tidak ingin kembali pada perempuannya karena sering disakiti. Liriknya begitu menyentuh syahdu, “Berhentilah tuk tangisi/Kepergian diriku kasih/Jangan pernah berharap kembali/Hatiku tertutup kini,” namun masih dengan komposisi ala ‘Heavy Monster Style’, dengan alat musiknya yang kompleks, seperti brass section (trumpet, trombone, saxophone), juga percussion.
“Buka mata dan tataplah langit biru/Tundukkan harimu di bawah langkah kakimu/Hidup harus berarti dan selangkah lebih maju,” lantun Herman selaku vokalis Heavy Monster pada lagu sarat eksistensialisme berjudul “Genggam”. Lagu tersebut menyemangati anak-anak muda untuk lebih baik lagi, karena hari ini harus lebih baik dari esok hari.
Dari 10 lagu yang ada dalam album JPK, ada satu lagu covering komponis besar Indonesia, Ismail Marzuki, yang berjudul “Rindu Lukisan”. Album ini ditutup dengan lagu berjudul “Rude All Night”, diisi vokal oleh gitaris Heavy Monster sendiri, yakni Irhan. Lagu “Rude All Night” bercerita tentang anak muda dengan sisi nakalnya.
Di album JPK, Heavy Monster yang punya 10 personil, yakni Irwin (Drum), Heri (Keyboard), Irhan (Gitar), Deni (Bass), Daus ‘rasvan’ (Perkusi), Theo (Saxo Tenor), Tius (Saxo Alto), Satya (tumpet), Rois (Trombone), dan Herman (Vokal), terbilang lebih dewasa dalam berkarya. Hal tersebut ditunjukkan dengan sisi lirik dan aransemen lagu. Mereka terasa lebih total dalam membuat komposisi musik.
Setia dengan musik yang kental di Ska dan Reggae, membuat Heavy Monster menjadi band indie yang punya warna tersendiri. Energi dari musisi pioner Ska asal Jamaika, The Skatalites, begitu terasa dalam lagu-lagu Heavy Monster di album ini. Mereka berhasil menjadi band Ska yang berkarakter kuat, dengan ciri khas vokalisnya yang punya warna vokal Ballad ala Frank Sinatra atau Desmond Dekker. Heavy Monster berhasil membawa ‘Heavy Monster Style’ di kancah musik indie.

Apa Kabar Heavy Monster ?
Di sela-sela kesibukannya, salah satu personil Heavy Monster, Daus ‘rasvan’, berbagi cerita mengenai peluncuran album Jalan Penuh Kenangan (JPK), yang dilaunching 1 Februari 2015 lalu. Menurut Daus, “Jalan Penuh Kenangan” yang dipilih menjadi judul album ini punya makna tersendiri.
“Jalan penuh kenangan yang dimaksud dalam album ini mempunyai makna bahwa, semua orang berproses dan punya kenangan dalam proses itu. Itulah akhirnya yang menjadikan album ini ada,” ujarnya.
Daus juga menceritakan, penggarapan album JPK yang memakan waktu 1 bulan untuk recording, dan 1 tahun untuk proses mixing juga mastering ini dibantu oleh banyak pihak.
“Album ini digarap oleh 7 personil, tapi di album ini kami dibantu teman-teman Unesa (Universitas Surabaya) dari jurusan Seni Musik. Kami betul-betul ingin mengonsep suatu musik dengan komposisi yang harmonis. Tidak hanya sekadar main tapi menyuguhkan musik yang lebih baik dan bagus,” jelas personil yang memegang kendali perkusi itu.
Pihak yang juga turut andil dalam rampungnya album JPK milik Heavy Monster adalah L-One Studio. Berlokasi di Jalan Cimanuk Surabaya, pemiliknya adalah Adit, rekan mereka yang pernah berkuliah mengambil jurusan Sound Enginering di Amerika. Melihat perkembangan musik di Surabaya yang mengalami stagnasi, Adit tergelitik untuk menghidupkan industri musik di Surabaya.
“Dia risau dengan perkembangan musik di Surabaya. Dia ingin, ayolah bareng-bareng menghidupkan industri musik di Surabaya. Maka dari itu dia menggandeng teman-teman indie di Surabaya untuk mengemas musik lebih baik lagi. Di Surabaya sendiri recording mahal dan band juga keberatan. Heavy Monster ditawari masuk L-One Studio tanpa dipungut biaya sepeser pun untuk rekaman. Kami pun senang, karena selain pemiliknya punya wawasan bagus di musik, hardware studionya juga mumpuni,” cerita Daus.
Launching album JPK yang digelar di Surabaya Town Square (Sutos), 1 Februari 2015 lalu terbilang sukses. Acara tersebut berlangsung ramai karena turut dimeriahkan oleh musisi-musisi indie Surabaya dan Malang. Ada Andra (Skabanton), Eki (Silampukau), Yasir (My Mother Is Hero), Chipeng (Begundal Lowok Waru), dan Aoki (Rasvan Aoki).
Mereka berkolaborasi menyanyikan lagu-lagu Heavy Monster dalam album One Message One Love dan meng-cover beberapa lagu dari musisi lain. Seperti Andra yang membawakan “Mood For Love” dari Frank Sinatra, “Is This Love” dari Bob Marley yang dibawakan Yasir, dan Aoki yang membawakan “Love Song” milik Ego Wrappin. Heavy Monster sendiri memberikan penampilan spesial dengan membawakan lagu Begundal Lowok Waru berjudul “Equality”.
Saat ditanya mengapa setia di genre Ska, Daus menjawab, bahwa Heavy Monster besar karena genre musik ini.
“Kenapa setia di genre Ska, ya karena kami nyaman. Kami dibesarkan di Surabaya oleh genre ini,” ungkapnya.
Kunci membuat karya berkualitas seperti karya-karya yang telah dihasilkan Heavy Monster, menurut Daus adalah dengan berani mencoba sesuatu yang baru. Dengan itu, pasti akan menemukan sesuatu yang lebih bagus. Selain itu, kebersamaan dalam berkarya juga penting.
“Yang diterapkan Heavy Monster dalam berkarya adalah kebersamaan. Untuk bikin karya kita kumpul bareng. Ide kreatif didiskusikan bersama. Intinya ego di band harus dibuang jauh-jauh,” tuturnya.
Harapan Heavy Monster ke depan adalah ingin lebih baik di semua lini. Mereka berharap karya-karyanya bisa diterima dan mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat Indonesia maupun dunia.

FB: Heavy Monster / HEAVY MONSTER SURABAYA SKA
Twitter: @heavymonsterska
IG: @heavymonsterska
Soundclud: Heavy Monster

Video

Paperboy

Hello Monster Lovers..

bradder and sister, rude boys and rude gals..

How’s da goin’? long time been not post something in my wordpress. hehe..

please chek this video edited by Rasvan dauz.